Pendidikan Indonesia berupaya tengah mendapat sorotan. Kali ini terkait dengan rencana pengenalan mata pelajaran baru yang diproyeksikan akan hadir di kurikulum sekolah pada tahun ajaran 2025/2026.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan bahwa coding dan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi bagian dari pendidikan yang wajib dikuasai pelajar di Indonesia. Langkah ini tentu tidak bisa dipandang remeh, karena ia datang di tengah perubahan besar dalam dunia digital yang kian pesat.
Apakah ini langkah yang tepat? Atau justru akan memperburuk kesenjangan pendidikan yang sudah lama ada di Indonesia?
Rencana pengenalan coding dan kecerdasan buatan (AI) dalam kurikulum sekolah Indonesia menjadi respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital. Pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA akan memperoleh pelajaran coding, yang dimulai di kelas 5 SD dengan materi dasar tentang bahasa pemrograman dan berlanjut hingga pembelajaran lebih lanjut mengenai AI di tingkat SMP dan SMA.
Dengan demikian, pendidikan ini tidak hanya berfokus pada teori dasar, tetapi juga pada penerapan praktis. Siswa akan diajak untuk membuat aplikasi, memahami algoritma, dan mengenal penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Apa saja yang diajarkan?
Artikel 7 — Final: Membangun Alur Kerja Lengkap Big Data × SCM Menggunakan GPT-5: Dari Data Mentah Sampai Insight Manajerial
4 bulan yang lalu
Artikel 6 — Cara Meminta GPT-5 Menginterpretasi Hasil Analisis Big Data dari Google Colab (Seperti Konsultan Profesional)
4 bulan yang lalu
Artikel 5 — Cara Copy Script dari GPT-5 ke Google Colab Tanpa Error: Panduan Super Pemula
4 bulan yang lalu
Artikel 4 — Praktik Lengkap: GPT-5 Membuat Script Big Data untuk SCM (10.000 Baris) — Cleaning, Analisis, Visualisasi
4 bulan yang lalu
Artikel 3 — Belajar Python dari Nol dengan Bantuan GPT-5: Cara Paling Mudah untuk Mahasiswa Pemula Big Data
4 bulan yang lalu
Artikel 2 — Panduan Super Pemula: Cara Menggunakan Google Colab dan Menjalankan Kode dari GPT-5 Tanpa Error
4 bulan yang lalu